River Crossing Saat Instalasi dan Pemasangan Pipa Gas Atau Pipa Air

Dalam kegiatan proyek pembangunan dan instalasi pipa sekala besar, tentu ada kejadian-kejadian yang terkait dengan lingkungan khususnya pada sungai. Maka untuk menghindari dari dampak kerusakan pada aliran sungai diperlukan sebuah rekayasa teknik river crossing dalam instalasi dan pemasangan pipa tersebut.

Sebelumnya kita harus melihat jenis bangunan sungai ditinjau dari fungsinya bangunan yang telah ada, misalnya apakah itu tanggul, tembok banjir, pengarah arus/krib, atau sungai alami. Kita juga harus melihat material bangunan yang dipakai skitar sungai tersebut apakah masih berupa bedeng2 tanah murni, semen, batu atau bata. Karena dengan mengalisis diatas akan mempermudah perusahaan jasa instalasi pipa dalam pengerjaan.

Secara umum, dengan menganilisis kondisi sungai diatas perusahaan jasa pemasangan pipa gas dan air dalam memetakan hal-hal berikut:

  1. Kekuatan kontruksi
  2. Kemudahan pelaksanaan dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu sesuai kewajaran.
  3. Kemudahan memperoleh material bangunan.
  4. Disesuaikan dengan fungsi bangunan sekitarnya serta fungsi sungai bagi masyarakat.
  5. Harga keseluruhan yang dapat dipertanggung-jawabkan.
  6. Memberikan keuntungan yang optimal bagi semua pihak yang berkepentingan.
  7. Meminimalisir kerusakan lingkungan terutama aliran sungai.

Dasar pertimbangan utama dalam perencanaan bangunan pada umumnya, termasuk bangunan sungai adalah secara teknis harus memenuhi persyaratan kestabilan konstruksi yang telah ditetapkan. Konstruksi bangunan harus aman agar instalasi pipa juga aman.

Nah dalam beberapa kasus pemasangan pipa gas atau air , pipeline akan crossing dengan sungai besar, kecil atau selokan (ditch). Pemasangan pipa pada river crossing dapat menggunakan metode sebagai berikut:

  • Metode Auger boring
  • Metoda Open cut

Untuk pekerjaan river crossing di proyek ini diusahakan akan menggunakan metode open cut kecuali hasil survey atau perijinan menyatakan lain. Sebelum menurunkan pipa pada river crossing, maka perlu dibuat saluran atau galian di dasar sungai untuk menempatkan riser pipa. Pembuatan saluran atau galian dapat dilakukan secara manual atau dengan dredger. Kedalaman dan lebar dari saluran akan ditentukan dan dimintakan persetujuan dari Perusahaan yang Ingin Instalasi Pipa Gas Atau Air.

Pada beberapa situasi, profil pipa dapat mengikuti bentuk dari profil dasar sungai dengan natural bending. Akan tetapi dalam beberapa kasus, kontraktor harus menggunakan field bend ataupun fabricated bend. Sudut dari bend akan diputuskan berdasarkan hasil survey.

Setelah menyelesaikan proses pengelasan, pengecekan visual, radiography, dan joint coating telah sesuai dengan prosedur dan spesifikasi maka bacian dari pipeline dapat diturunkan ke dalam sungai dengan hati-hati.

Penurunan (lowering in) dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat angkat berupa crane atau side boom. Pengangkatan pipeline harus ci akukan secara perlahan-lahan untuk mengurangi resiko terjadinya tegangan berlebih.

Selama konstruksi, pipa akan menerima tegangan akibat bending dan gaya tarik. Besar dari tegangan pada pipa selama konstruksi tergantung pada metode konstruksi. Tegangan akan besar saat profil pipa terlalu panjang atau terlalu berat.

Akibat adanya buoyancy force dari air sungai, maka pipa harus diberi negative buoyancy force dengan memberi concrete coating atau concrete set on weight. Pemakaian metode tersebut tergantung pada kondisi lapangan.

Cari Jasa Instalasi Pemasangan Pipa Gas dan Air

PT. Zain Prima Persada adalah perusahaan kontraktor terpercaya yang melayani Pekerjaan Mekanikal, Sipil, Elektrikal, Pengolahan Limbah IPAL dan Pengadaan Material.

KLIK GRATIS KONSULTASI

Didukung tenaga profesional dan terlatih, kami membantu Anda menyelesaikan proyek konstruksi yang sesuai dengan standar Industri dan K3.