Jasa Survey dan Pengukuran — Ini penting, berikut adalah cara pengambilan titik Pengukuran Topografi pada setiap pekerjaan survey dan pengukuran yang dilakukan oleh  <a href=”http://zainprima.id”>Zain Prima</a> pada proyek adalah :

  1. Yang pertama metode pengambilan titik poligon situasi (tampak atas) yang berguna sebagai penentuan route jalur pada jalan, saluran irigasi maupun batas tanah pada pekerjaan gedung dan lain – lain. Untuk pengambilan titik polygon alat ukur yang digunakan adalah Theodolith karena alat ini cukup dinamis (bisa diarahkan) untuk mendapatkan sudut vertikal dan horizontal, dengan langkah kerja sebagai berikut :
    • Patok BM (Benchmark) yaitu patok yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pelaksanaan yang dipasang secara permanen.
    • Patok kayu yang berfungsi sebagai patok pendukung untuk menentukan route jalur yang berada di areal lokasi proyek. Selain dari fungsi tersebut, patok ini juga berfungsi sebagai penanda rencana bangunan pelengkap.
    • Dibuat patok awal sebagai patok 0(nol) dengan diberi tanda paku atau tanda silang(x) untuk acuan alat theodolith .
    • Gunakan kompas untuk mencari posisi letak arah utara, lalu arahkan sasaran Theodolith kearah utara dan pastikan sudut horizontal dalam keadaan 0 derajat 0 menit 0 detik.
    • Pengukuran poligon siap dilaksanakan.
  2. Metode yang kedua dengan cara pengambilan titik potongan memanjang maupun melintang untuk mengetahui beda tinggi permukaan tanah. Pekerjaan ini biasa digunakan sebagai dasar perhitungan volume yang mengarah kepada rencana anggaran biaya. Untuk pengambilan titik-titik potongan digunakan alat penyipat datar (waterpass), pengukuran ini dikerjakan dengan dua langkah meliputi :
    • Pengukuran potongan memanjang antar route jalan dimana pengambilan data hanya berfokus pada patok station dengan cara estafet, seperti gambar dibawah.
      • Alat waterpass diletakkan diantara P-1 dan P-2 dengan bacaan benang tengah belakang (BTB-1) pada rambu ukur 1 dan bacaan benang tengah muka (BTM-2) pada rambu ukur 2.
      • lalu alat ukur berpindah posisi diantara P-2 dan P-3 dengan bacaan benang tengah belakang (BTB-2) pada rambu ukur 2 dan bacaan benang tengah muka (BTM-3) pada rambu ukur 3.
      • Langkah kerja diatas dilakukan berulang sampai pada titik akhir dari panjang lokasi yang direncanakan
      • Pengukuran potongan memanjang antar route jalan dimana pengambilan data hanya berfokus pada patok station dengan cara estafet, seperti gambar dibawah.
    • Pengukuran potongan memanjang antar route jalan dimana pengambilan data hanya berfokus pada patok station dengan cara estafet, seperti gambar dibawah.
      • Lakukan centering.
      • Gelembung nivo ketengahkan dengan 3 skrup klap.
      • Ukur tinggi alat diatas patok.
      • Bidik rambu diatas titik R-1. Baca BA, BT dan BB.
      • Hitung jarak optis dari alat ke rambu 1, d =(BA-BB).100
      • Lakukan hal yang sama pada titik-titik 2, 3, 4 dan seterusnya sebagai titik-titik relief.
      • Demikian juga untuk potongan melintang – potongan melintang yang lain