Mengenal Limbah Medis, Rumah Sakit dan Puskesmas Dan Cara Menanganinya

Hampir dua tahun dunia diterpa pandemi corona, termasuk wilayah Indonesia. Diantara dampak yang tidak disadari oleh masyarakat adalah penumpukan limbah medis.

Baru-baru ini Pemprov DKI Jakarta melaporkan adanya 15,2 ton limbah medis selama pandemi,
Pemprov DKI Jakarta mencatat limbah infeksius selama pandemi COVID-19 mencapai 15.256 ton. Limbah infeksius tersebut mayoritas bersumber dari laboratorium, lokasi isolasi terkendali, hingga fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Ibu Kota. (Detik, 11 Oktober 2021)

Diatas hanya sedikit dari limbah medis diseputaran Jakarta, belum lagi daerah lain dengan berbagai jenis limbah medis.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkes, sebagaia mana yang dirilis oleh Tirto, 15 Oktober 2021, di Indonesia ada 2820 rumah sakit, 9825 Puskesmas, 7641 Klinik. Dan rata-rata limbah medis yang dihasilkan mencapai 296 ton perhari. Sementara pengolahan IPAL Medis tidak lebih dari separuhnya yang hanya 115 ton perhari.

Limbah medis ini termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang harus ditangani secara serius oleh Pemerintah dan masyarakat. Apalagi dimasa pandemi ini semakin banyak penumpukan limbah medis diberbagai daerah.

Limbah medis sendiri mempunyai banyak ketegori, berikut ini jenis limbah medis sebagaimana yang dalam lama p2k.unkris.ac.id :

1. Limbah benda tajam seperti jarum suntik, perlengkapan intravena, pipet Pasteur, pecahan gelas, dan lain-lainnya.
Limbah infeksius. Limbah infeksius yaitu limbah yang bersesuaian dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif) dan limbah laboratorium. Limbah ini dapat menjadi sumber penyebaran penyakit pada petugas, pasien, pengunjung, maupun masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, limbah ini memerlukan wadah atau kontainer khusus dalam pengolahannya.

2. Limbah patologi. Limbah ini merupakan limbah jaringan tubuh yang terbuang dari babak bedah atau autopsi.
Limbah sitotoksik, yaitu bahan yang terkontaminasi selama peracikan, pengangkutan, atau tingkah laku yang dibuat terapi sitotoksik.

3. Limbah farmasi, yang merupakan limbah yang bermula dari obat-obatan yang kadaluarsa, obat-obat yang terbuang sebab tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat-obat yang dibuang pasien atau oleh masyarakat, obat-obatan yang tidak dibutuhkan lagi oleh institusi bersangkutan, dan limbah yang dihasilkan selama produksi obat-obatan.

4. Limbah kimia yang dihasilkan dari penggunaan kimia dalam tingkah laku yang dibuat medis, laboratorium, babak sterilisasi dan riset.

5. Limbah radioaktif, yaitu limbah yang terkontaminasi dengan radioisotop yang bermula dari penggunaan medis atau riset radionukleotida.

Solusi Penanganan Limbah Medis

buang limbah medis sembarangan

Beberapa pihak mulai resah dengan menumpuknya limbah medis, apalagi tersebar berita di berbagai daerah ada yang membuang limbah medis sembarangan. Namun upaya penanganan harus tetap dilakukan baik secara profesional atau secara minimalisir. Berikut ini diantara cara menangani limbah medis:

1. Pisahkan sampah umum seperti kertas, kapas yang tidak tercampur dengan cairan berbahaya. Sampah ini bisa dibuang pada sampah umum.

2. Pisahkan benda tajam semacam jarum suntik, pisau ditempat yang aman dan anti bocor.

3. Beri tanda wadah antara limbah infeksi atau non infeksi.

4. Limbah menular bekas dari pasien berpenyakit menular masukkan ke tempat tertentu (autoklaf) yaitu tempat tertutup dengan suhu tinggi untuk mensterilkan limbah.

5. Perlakukan Limbah sitotoksik dengan hati-hati dan tempatkan pada wadah aman anti bocor dan berilah label keterangan “Limbah Sitotosik”.

6. Limbah obat-obatan kadaluarsa masukkan ke apotek pembuangan.

7. Limbah kimia yang mempunyai kandungan logam berat harus dipisah.

8. Limbah infeksi yang rendah apusan bisa dilakukan dengan pembakaran ditempat aman.

9. Menyendirikan instalasi pengolahan limbah cairan buangan, yaitu limbah yang dihasilkan oleh pasien atau penghuni rumah sakit berupa limbah dapur, limbah kamar mandi. Harus dibedakan dengan limbah2 medis lainnya.

PT ZAIN PRIMA PERSADA – Perusahaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Jasa IPAL Medis Mengerjakan instalasi air dan limbah untuk industri, pabrik, rumah sakit, medis dan instansi lainnya. Dengan tenaga ahli bersertifikasi dan berpengalaman. KONSULTASI GRATIS